"It's only through writing that I've ever been able to suppress life's personal disappointments. When I can't write I feel anxious and out of sorts and am easily riled, though I'm usually able to control my emotions..."
- Pramoedya Ananta Toer (The Mute's Soliloquy: A Memoir)
["Hanya dengan menulis aku mampu menekan segala kekecewaan peribadi hidup. Bila aku tidak menulis, aku merasa cemas & tidak keruan serta mudah gusar, walau selalunya aku bisa mengawal emosiku..."]

Tuesday, July 12, 2011

TELATAH HATI KITA

Kalaulah hati boleh bersuara sendiri, pasti hari ini jodoh masing-masing sudah sampai menurut takdir-Nya. Sayangnya hati kita ada kaunselor sendiri, yakni akal yang dipengaruhi oleh pengamatan mata dan telinga. Justeru semakin banyak pengaruh yang diterima akal, banyak fikirnya, semakin tenggelam hasrat sebenar hati kita bersuara—tanda bila hati sudah tertutup dari nyatanya.

Cinta bertaut dijarak jauh,
Bila bertemu tersalah sauh,
Hatinya ingin nak bersungguh,
Namun halanya tidak bersuluh.

Bila rindu semakin memberat,
Apa kerja pun tak kuasa dibuat,
Hati sakit bak dihambat-hambat,
Minta dicintai dengan lebih dekat.

Wahai cinta, marilah kita sama berdoa agar diberi peluang untuk melihat jalan kita berdua yang pasti seadanya. Andainya tiada ruang untuk kita lagi, redhalah bahawa cinta kita tetap sama, hanya jasad untuk kita cintai saja berbeza. Namun jika cinta kita sudah termaktub ditakdir-Nya, mana mungkin bisa kita hindarinya apatah lagi mengkhianati kehendak-Nya.

2 comments:

miho amyra said...

*speechless*
indah sangat....
=)
nak share !

Fakhrul Anour said...

Alhamdulillah... tq Rara. Ya, silakan share... ^_^